preloader

Investor atau SpekulatorBlog

Investasi adalah suatu metode pembelian assets untuk memperoleh keuntungan dalam bentuk pendapatan yang masuk akal (seperti dari dividen, bunga atau uang sewa), melampai waktu jangka panjang.

post-thumb

BY Yongkie / ON Jun 11, 2016

Dua tahun lalu saya sempat berkenalan dengan seorang bule di pesawat. Dia menceritakan bahwa dia berinvestasi di saham di waktu luangnya. Setelah bercerita lebih lanjut dia memberitahukan strategi investasinya. Dia menjual saham-sahamnya ketika harga kurs sedang naik sekitar 10%. Lebih lanjut, dia mempunyai target setiap tahun untuk meraup sekitar 500 sampai 1500 USD (beberapa juta dalam kurs Rupiah) dari jual beli saham. Tanggapan saya dalam hati “woww…, saya juga pingin”.

Namun beberapa menit kemudian, dalam hati saya bertanya-tanya: “Benarkah aktif jual beli saham itu adalah kegiatan investasi…?”
Di suatu platform perdagangan bursa online , platform tersebut menyebut trader atau penjual-beli saham sukses dengan julukan Popular Investor. Pendapat saya sangat jelas bahwa kegiatan aktif jual beli saham bukanlah sebuah kegiatan investasi.

Salah satu pemikiran klasik di masyarakat luas dan internasional mengatakan:

“Beli saham itu investasi. Beli rumah itu investasi.”

“Belilah rumah atau properti untuk investasi, karena harga properti bakal melambung.”

Sebenarnya pernyataan di atas setengah benar setengah tidak. Dalam prakteknya, banyak orang yang berspekulasi daripada berinvestasi di objek yang mereka beli. Mengapa begitu? karena…

  1. mereka tidak mempelajari dan menganalisa keadaan diri sendiri dan objek yang dibeli, sehingga buta akan resiko yang ditanggung,
  2. mereka lebih suka memprediksi untung ke depan daripada resiko di depan,
  3. mereka melakukan transaksi karena ikut-ikutan,
  4. tidak sabar dan mempunyai mindset yang kurang tepat.

Kata investasi dan spekulasi memang sangat mirip dan berdekatan. Definisi investasi dari buku “A Random Walk Down Wall Street”:

Investasi adalah suatu metode pembelian assets untuk memperoleh keuntungan dalam bentuk pendapatan yang masuk akal (seperti dari dividen, bunga atau uang sewa), melampai waktu jangka panjang. Burton Malkiel

Seorang spekulator membeli assets dengan harapan untung dalam jangka pendek. Sedangkan kesamaan dari investor dan spekulator adalah mereka berani mengambil resiko. Dilihat dari segi keberanian dalam mengambil resiko Sheldon Jacobs lebih suka membedakan penjudi dan investor/spekulator.

Kesimpulan

Kita bisa menggolongkan seseorang dan diri kita sendiri dengan melihat tingkat resiko dan jangka waktu sebagai berikut:

  1. Investor (resiko menengah dengan jangka waktu panjang)
  2. Spekulator (resiko menengah sampai tinggi dengan jangka waktu relatif pendek)
  3. Penjudi (resiko tinggi atau buta resiko deng jangka waktu pendek)

Disini saya tidak melarang seseorang untuk menjadi apapun yang dia inginkan. Saya ingin membuka kesadaran diri dengan melihat kriteria diatas. Jika kita ingin benar-benar berinvestasi, maka berinvestasilah yang benar dan jangan sampai mempunyai ilusi yang salah. Lakukankanlah renungan mengenai empat point-point dan penggolongan di atas. Semoga kita tahu apakah kita berinvestasi, berspekulasi atau berjudi?

Share:
comments powered by Disqus

Berlangganan
buletin