preloader

Menghitung Laba Investasi (ROI)Blog

Anda tahu berapa persen keuntungan atau laba bersih dari produk investasi Anda tahun lalu?

post-thumb

BY Yongkie / ON Jun 18, 2016

Anda tahu berapa persen keuntungan atau laba bersih dari produk investasi Anda tahun lalu?
Pernahkah Anda menghitung sendiri atau mengecek ulang laporan laba bersih Anda yang dilakukan konsultan Anda?

Bila tidak, mungkin artikel ini bisa bermanfaat. Kenyataan yang saya perhatikan dari teman-teman dan relasi keluarga saya, mereka banyak yang tidak tahu akan laba bersih dari uang yang diinvestasikan. Banyak orang berbicara laba bersih mereka berdasarkan asumsi pribadi atau konsultan yang tidak jelas.

Setelah menulis artikel mengenai investasi pasif, saya ingin membahas mengenai laba bersih atas investasi atau return of investment (disingkat ROI). ROI adalah perbandingan uang bersih yang diperoleh dengan total uang yang diinvestasikan, umumnya dalam persen. Dengan ROI kita bisa membandingkan apakah produk investasi kita menguntungkan. Kita juga bisa menjawab pertanyaan, apakah strategi investasi pasif yang kita jalankan lebih menguntungkan dibanding strategi investasi aktiv.

Di masyarakat kita, ada beberapa faktor yang mendukung ketidaktahuan akan keuntungan bersih dari investasi kita, dan itu bisa kita golongkan menjadi dua faktor, yaitu: faktor pribadi/intern dan faktor luar. Contoh faktor pribadi:

  1. lemahnya pengetahuan di bidang investasi
  2. tidak ada waktu, dikarenakan kesibukan yang ada
  3. kemalasan

Sedangkan faktor-faktor luar yang mempengaruhi adalah:

  1. Informasi produk investasi yang dibuat rumit
  2. Intransparansi dari laporan produk investasi bersangkutan

Dengan mengetahui faktor-faktor diatas, kita bisa melihat kelemahan yang ada. Paling tidak di faktor pribadi, kita bisa berusaha mengetahui, memperbaiki dan mengembangkan diri.

“Tapi ngapain saya harus repot-repot mengetahui dan menghitung ROI investasi?”
Jawaban pertanyaan ini bisa kita baca setelah mengetahui rumus menghitung ROI.

####Menghitung ROI

Apa yang kita butuhkan untuk menghitung adalah dasar matematika (+,-,x,/). ROI dihitung dengan rumus:

ROI = (Laba / TotalKapital ) * 100% - tingkat inflasi

Sedangkan jumlah total kapital adalah jumlah uang yang kita keluarkan termasuk biaya:

TotalKapital = Kapital + BiayaTotal

Dari rumus diatas, pada umumnya yang menjadi masalah itu bukan nilai Laba yang kita peroleh, melainkan BiayaTotal dari investasi kita. Mengapa? karena banyak prospek-prosek investasi yang tidak mancantumkan total biaya investasi. Mereka hanya membandingkan laba total dengan kapital. Berikut hal-hal yang termasuk total biaya pengeluaran:

  1. harga beli atau modal investasi
  2. semua biaya dan potongan yang ditanggung, contohnya
    • biaya transaksi beli dan jual
    • biaya pendaftaran atau potongan pertama.
    • biaya bulanan/tahunan
  3. pajak, 20% dari bunga deposito atau 10% dari dividen.

Tingkat inflasi bisa dilihat di Bank Indonesia.

Sebagai contoh, tahun lalu Pak Budi berinvestasi di produk A tiap bulan 5 juta Rupiah. Dalam satu tahun, jumlah investasi Pak Budi sebesar 60 juta. Kita asumsi biaya produk A sebagai berikut: * Biaya transaksi per bulan 1%: Rp. 50.000,-. Per tahun menjadi Rp.600.000,- * Biaya pengelolaan per tahun 3%: 3% x Rp.60.000.000 = Rp.1.800.000,-

Lalu, kita asumsi tahun lalu produk A mencatat keuntungan 10% per tahun, yaitu Rp. 6.000.000,-. Disini kita mengasumsi pajak sebesar 10% dari keuntungan yang didapat, yaitu sebesar Rp. 600.000,-. Sehingga dari rumus diatas kita masukkan sebagai berikut:

Variabel Angka
InvestasiAwal: 12 x 5 juta Rp. 60.000.000
BiayaTotal: Rp.600.000 + Rp.1.800.000 + Rp. 600.000 Rp.   3.000.000
TotalKapital: 60 juta + 3 juta Rp. 63.000.000
Laba: 10% x 60 juta Rp.   6.000.000
ROI: 6 juta / 63 juta x 100% 9,5 %

Dari contoh ini kita bisa melihat bahwa ROI Pak Budi sebesar 9,5%. Akan tetapi ROI ini bukanlah ROI bersih, dikarenakan kita belum memasukan nilai inflasi. Apabila kita memperhatikan faktor inflasi yang tercatat di website Bank Indonesia (atau di artikel ini), kita bisa menghitung rata-rata inflasi dari tahun 2015 adalah kurang lebih 6,5%. Maka penghitungan ROI yang sesungguhnya adalah:

ROI = 9,5% - 6,5% = 3%

Dalam hal ini, Pak Budi sesungguhnya mendapatkan keuntungan bersih dari berinvestasi sebesar 3%. Oleh karena itu, sebagai investor kita seharusnya memasukan inflasi untuk perhitungan ROI.

Kesimpulan

Menghitung ROI yang tepat itu gampang-gampang susah. Tetapi janganlah menganggap ROI Anda tidak penting. Dengan menghitung ROI kita akan belajar mengetahui apakah strategi investasi kita layak dipertahankan atau tidak, apakah prospek atau konsultan menawarkan keuntungan yang realistis, dll. ROI adalah patokan dasar dalam berinvestasi secara material. Dengan angka inilah para investor menentukan apakah mereka berganti haluan atau tidak. Penting untuk diingat adalah mengetahui tingkat inflasi. Perlu diingat, penghitungan ROI hanya bisa dilakukan dengan angka yang telah berlalu. ROI masa depan hanya bisa diperkirakan. Jangan sampai tergoda dengan prediksi ROI masa depan yang belum tentu.

Share:
comments powered by Disqus

Berlangganan
buletin