preloader

Seni Memangkas Biaya KehidupanBlog

Kali ini, saya ingin mengajak Anda untuk mengenal dan belajar kesenian baru, yaitu seni memangkas biaya kehidupan pribadi dan rumah tangga Anda.

post-thumb

BY Yongkie / ON Aug 14, 2016

Kali ini, saya ingin mengajak Anda untuk mengenal dan belajar kesenian baru, yaitu seni memangkas biaya kehidupan pribadi dan rumah tangga Anda. Pada umumnya kita sulit untuk menabung. Salah satu alasan utama adalah biaya kehidupan yang semakin tinggi membuat pengeluaran jadi bertambah. Tetapi kita melupakan faktor psikologi di kehidupan sosial kita.

Apabila Anda berpendapat bahwa kita seharusnya lebih penting memikirkan pemasukan dari pada pemotongan biaya, maka saya setuju dengan pendapat Anda. Artikel ini ditujukan bagi mereka yang ingin memotong biaya pengeluaran pribadi dan rumah tangga, sehingga bisa menyisakan uang untuk berinvestasi.

Refleksi diri

Sebelum kita memulai lebih dalam, alangkah baiknya kita melihat diri kita masing-masing. Kita bisa merefleksi diri dengan dua pertanyaan simpel ini: 1. Puaskah saya dengan hidup saya saat ini? 2. Apakah prioritas hidup saya saat ini? 2. Mengapa saya ingin memangkas biaya pribadi/rumah tangga?

Jika Anda tidak puas dengan hidup Anda, maka saya punya berita bagus buat Anda, yaitu: “Anda tidak sendirian”. Yang perlu diingat adalah kepuasan hidup Anda adalah tanggungjawab Anda sendiri. Biasanya apabila kita mempunyai prioritas hidup, dan prioritas hidup ini tercapai, maka kita akan puas meskipun kita tidak mempunyai segala hal. Maka dari itu tanya diri Anda dengan pertanyaan kedua.

Pertanyaan ketiga menanyakan motivasi kita berhemat. Mengapa? Karena kita sebagai manusia hidup dengan waktu yang terbatas, sehingga kita tidak akan mendapatkan segala hal yang kita mau. Ketiga pertanyaan diatas sengaja saya utarakan karena bisa saling melengkapi. Untuk pertanyaan ketiga, ada beberapa motiv yang bisa kita cari, contohnya seperti di pertanyaan pertama ataupun seperti alasan saya disini. Kita tidak perlu malu membicarakan hal berhemat. Apabila Anda bekerja di perusahaan ataupun berwiraswasta, salah satu tema penting yaitu juga memotong biaya pengeluaran.

Berpikir logis

Saya ingin mengajak Anda untuk berpikir agak sedikit lebih logis dari biasanya, yaitu dengan melihat rumus Matematika. Jangan panik terlebih dahulu apabila Anda membenci Matematika. Secara matematis, jumlah uang yang bisa ditabung tergantung dari pemasukan dan pengeluaran, atau bisa ditulis sebagai berikut:

Simpanan = Pemasukan - Pengeluaran

Jadi syarat untuk bisa lebih menabung, kita bisa berusaha memperbesar pemasukan atau memperkecil pengeluaran. Sebenarnya dua faktor ini bisa kita kontrol. Tapi apabila kita bekerja sebagai karyawan dan manager kita tidak bisa menaikkan gaji, maka hanya faktor pengeluaran yang bisa kita kontrol. Banyak sekali orang meremehkan faktor ini. Saya ingatkan lagi: biaya dan pengeluaran adalah faktor mutlak yang bisa kita kendalikan!

Membiasakan memcatat pembukuan

Pertanyaannya sekarang sudahkah Anda mencatat pemasukan dan pengeluaran di pembukuan Anda? Jika sudah, maka Anda bisa melompati tahap ini. Jika belum, coba Anda pikir apa penyebabnya.

Opini saya ada dua, yaitu: ribet dan malas.

Anda bisa menggunakan App pembukuan (budget) seperti monify atau saya bisa kasih solusi secara langsung buat Anda yang menggunakan smartphone, yaitu dengan mengunduh (download) template pembukuan yang telah saya buat disini. Untuk penjelasan secara details bisa dilihat di artikel ini. Jika tidak punya smartphone Anda bisa menggunakan komputer di rumah ataupun buku tulis.

Apabila contoh pembukuan diatas juga tidak bisa mengajak anda untuk mencatat pembukuan, maka penyebabnya ada di motiv dan mindset Anda yang belum cukup kuat. Ingat, motiv mencatat pembukuan adalah untuk menjaga keuangan pribadi kita. Apabila di bulan kemarin kita mengeluarkan berlebih, maka dengan mempunyai laporan pembukuan kita bisa lebih menahan diri di bulan ini. Jika Anda sudah hidup makmur dan berkecukupan tanpa harus melakukan pembukuan, maka berbahagialah Anda.

Analisa

Setelah kita mempunyai pembukuan atas pemasukan dan pengeluaran, kita bisa menganalisa angka-angka yang ada. Tips analisa dari saya: 1. Secara sistematis kita bisa mengurutkan dari pengeluaran terbesar dahulu. Di Google Spreadsheet atau Excel kita bisa dengan mudah mensortir kolom pengeluaran. 2. Pikirkan baik-baik apakah top 10 pengeluaran terbesar Anda bisa dikurangi. 3. Bedakan juga antara pengeluaran tetap (biaya listrik, uang sekolah anak, asuransi, dll) dan pengeluaran tidak tetap. 4. Bikin prioritas, pengeluaran mana yang penting dan tidak penting 5. visualisasi dengan grafik

Pelaksanaan

Menurut pengalaman saya berikut ini top 5 biaya-biaya yang pasti bisa dipangkas.

  1. Biaya transportasi
    • Beli mobil yang hemat energi dengan harga pasar yang bagus
    • Kalau bisa naik sepeda atau sepeda motor daripada naik mobil
    • Hindari jam-jam macet
    • Car sharing, ikut atau ajak teman yang tinggal dekat rumah
  2. Biaya jajan makan di luar rumah
    • Belajar masak kalau tidak bisa masak
    • Kalaupun makan di luar, usahakan tidak makan di Mall, melainkan ke depot asli. Karena apa yang kita bayar juga termasuk uang sewa, keamanan dan perawatan Mall.
    • Jangan menghemat kualitas makanan! Memakan makanan bergizi dan berkualitas adalah kegiatan investasi! Anda selain berinvestasi untuk tidak menjadi sakit atau menimbun penyakit, juga berinvestasi untuk menjadi lebih produktif.
  3. Biaya lifestyle:
    • udah ga perlu gaya macem-macem, yang penting bersih, rapi dan pas.
    • sepatu ga perlu lebih dari tiga pasang, jam tangan ga harus punya (apalagi punya dua)
    • ga perlu gonta-ganti smartphone
    • kurangi nonton film dan acara televisi
  4. Biaya pendidikan
    • Pendidikan adalah investasi dan kita harus bisa melihat keputusan kita antara qualitas vs gengsi.
    • Pendidikan playgroup sampai SD tidak harus di sekolah international yang sangat mahal. Masukkan anak Anda di sekolah yang lebih mengutamakan kualitas sosial, interaksi, pelajaran dan kualitas guru, terutama pada saat SMP sampai SMU.
    • Beli buku bekas atau meminjam di perpustakaan.
    • Cari beasiswa untuk masuk ke universitas atau kalau tidak bisa dapat beasiswa lebih baik kuliah gratis di Jerman.
  5. Sewa atau cicilan rumah/apartement/kamar
    • Biaya Tempat tinggal biasanya biaya terbesa dan hal yang sulit untuk dipangkas.
    • Mereka yang menyewa di tempat luxus bisa pindah ke tempat tinggal yang lebih sederhana.
    • Cicilan rumah merupakan biaya yang sulit untuk diubah dikarenakan kontrak yang telah berjalan.

Hidup sederhana dan minimalis

Tips saya berikutnya adalah belajar hidup sederhana dan minimalis. Seperti saran tokoh-tokoh kita, antara lain juga Bapak Presiden Jokowi dan Ahok: “hiduplah yang sederhana dan bekerjalah yang giat dengan melakukan hal-hal yang bermakna”. Ingat hidup minimalis dan sederhana tidak berarti hidup murahan, melainkan memaksimalkan hal-hal yang sangat penting bagi kehidupan dan sekitar kita.

Hidup sederhana merupakan kebalikan dari hidup konsumtiv dan materialistis. Barang-barang material bisa memberikan kebahagiaan sementara. Coba Anda pikirkan kembali, butuh waktu berapa lama Anda merasa biasa saja setelah membeli iPhone atau mobil baru. Saya jamin tidak lebih dari 6 bulan, Anda sudah merasa apa yang Anda beli biasa-biasa saja. Di negara-negara maju mulai terjadi pergerakan masyarakat yang hidup minimalis tidak hanya untuk mencapai “kekayaan hidup”, tapi juga mencapai kebahagiaan.

Cari teman dan komunitas yang sadar finansial

Bertemanlah dengan teman-teman yang juga sadar akan finansial. Berkumpullah dengan saudara Anda yang tidak hanya melihat uang dan gengsi. Berpikirlah bijak apabila kita menilai orang lain sebagai orang pelit. Banyak dari kita yang mudah sekali menilai seseorang sebagai orang kikir hanya karena tidak mau mengeluarkan uang. Cari tahu apakah teman atau saudara kita pelit dalam arti melek finansial atau pelit dalam arti selalu merasa kurang meskipun sudah kaya. Hindari diri Anda menjadi orang yang selalu perhitungan dengan teman dan saudara Anda.

Be happy!

Dengan menumbuhkan kebiasaan menabung dan menjaga pengeluaran Anda harapan kita adalah dengan tidak menjadikan tips-tips diatas sebagai beban hidup. Kita hidup tidak harus mempunyai barang-barang mewah. Kita meninggal pun tidak akan membawa barang-barang material tersebut. Berbahagialah dan nikmatilah anugerah hidup yang kita punya saat ini. > Mereka yang puas akan hidupnya dari dalam tidak akan mencari kebahagian dengan membeli barang.

Kesimpulan

Saya harap seni baru ini bisa membantu Anda untuk lebih menghargai uang dan waktu yang Anda miliki. Ingat, artikel ini tidak bertujuan untuk membuat Anda menjadi orang pelit ataupun perhitungan, melainkan untuk mencapai hidup yang lebih berarti. Pastinya masih banyak lagi ide-ide dalam memangkas biaya kehidupan sehari-hari. Apabila Anda ingin berbagi pengalaman, langsung aja tulis komentar Anda dibawah ini.

Share:
comments powered by Disqus

Berlangganan
buletin