preloader

Investasi Pasif dengan Index Funds (1): PengenalanBlog

Secara linguistik kata index fund berasal dari bahasa Inggris yaitu index dan fund

post-thumb

BY Yongkie / ON Aug 26, 2016

Setelah membahas prinsip-prinsip dasar dari investasi pasif di artikel yang lalu, hari ini saya ingin mengajak pembaca untuk lebih memahami lebih detail produk investasi pasif dengan index fund. Untuk itu kita memulai dengan pengertian definisi index funds.

Secara linguistik kata index fund berasal dari bahasa Inggris yaitu index dan fund. Kata index sendiri diambil dari istilah market index / stock market index. Kata fund diambil dari istilah investment fund. Kata index funds dengan huruf s di belakang mengartikan kata jamak (lebih dari satu fund). Yuk, mari kita jabarkan lagi dua istilah ini.

Market Index

Market index atau dalam bahasa Indonesia “indeks pasar saham” adalah ukuran nilai gabungan dari beberapa saham-saham perusahaan dari suatu bursa pasar saham. Nilai index biasanya dihitung dari nilai rata-rata harga saham dengan bobot nilai yang berbeda-beda. Pembobotan (istilah statistik: weight) tergantung dari besarnya dana kapital dan jumlah saham yang beredar dari setiap perusahaan. Jika anda tertarik, contohnya rumus dari penghitungan IHSG bisa dilihat di Wikipedia. Index Harga Saham Gabungan atau disingkat IHSG (English: IDX Composite/JSX) ini adalah salah satu contoh market index di Indonesia . Sedangkan contoh market index international adalah S&P 500 dan Dow Jones di Amerika, DAX di Jerman, Hang Seng di Hongkong, CSI 300 di China, dan Nikkei di Jepang. Index-index ini merupakan nilai gabungan dari perusahaan-perusahaan top di setiap negara masing-masing: * S&P 500 (Standard & Poor’s 500) merupakan nilai gabungan dari 500 perusahaan terbesar di Amerika * DAX (Deutscher Aktienindex) merupakan nilai gabungan dari 30 perusahaan terbesar di Jerman * CSI 300 (China Securities Index 300) merupakan nilai gabungan dari 300 perusahaan terbesar di China

Investment Fund

Secara singkat investment fund adalah suatu konsep cara investasi dimana para investor mengumpulkan dana investasi bersama di satu wadah (English: pool) yang sama dan hasil yang didapat dibagi bersama. Dalam istilah ekonomi bahasa Inggris, investment fund dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu: 1. Mutual fund atau Reksadana 3. Exchange-Traded-Fund (ETF)

Reksadana atau Mutual fund sendiri masih bisa dibagi dalam dua kategori, yaitu: 1. Reksadana aktiv atau actively managed mutual fund, yang mencakup: * Reksadana Saham * Reksadana Campuran * Reksadana Pendapatan Tetap * Reksadana Pasar Uang 2. Reksadana Index atau (passively managed) index mutual fund

Perbedaan yang mendasar antara produk reksadana (mutual fund) dan ETF adalah produk reksadana tidak dijual-belikan secara bebas di bursa pasar saham (exchange stock market), melainkan harus melalui suatu institusi finansial/perusahaan sekuritas.

Reksadana aktiv dikelola dan ditangani oleh seorang manager investasi, sehingga alokasi investasi (portofolio) bisa berubah sewaktu-waktu tergantung dari keputusan manager investasi. Sedangkan reksadana index adalah produk investasi yang dikeluarkan oleh suatu institusi yang mana alokasi portofolionya 100% berdasarkan nilai suatu index dan tidak ada campur tangan dari manager investasi. Inilah alasan utama yang mendasari mengapa hanya produk reksadana index dan ETF lah yang cocok dengan strategi investasi pasif.

Reksadana Index

Sekilas mengenai sejarah reksadana index: Reksadana index yang paling pertama kali dikeluarkan bernama “Qualidex Fund” pada bulan Oktober 1970 (Wikipedia). Pada tahun 1973, Burton Malkiel menulis buku pertama kali mengenai index fund berjudul “A Random Walk Down Wall Street”, dimana ia menjabarkan bahwa dalam jangka panjang, kecil kemungkinannya sebuah mutual fund/reksadana yang dikelola secara aktiv bisa terus menerus mengalahkan patokan nilai index pasar (benchmark). Burton Malkiel juga mengkritik metode investor yang memilih reksadana berdasarkan kinerja tahun-tahun terakhir. Apabila Anda terbiasa membaca buku ekonomi dalam bahas Inggris, buku ini layak untuk dibaca. Tahun 1974, John Bogle mendirikan perusahaan investasi “The Vanguard Group”, dan pada tahun 1975 “The Vanguard Group” mengeluarkan produk reksadana index pertama bernama “Vanguard 500 Index Fund” yang mengikuti nilai index dari S&P 500. Pada umumnya, mereka yang ingin berinvestasi reksadana index di Vanguard atau institusi Amerika lainnya harus mempunyai dana minimal sebesar 10.000 USD.

Bagi saya yang sangat menarik disini adalah produk finansial reksadana index bukanlah hal baru bahkan telah muncul sebelum saya lahir. Lalu mengapa kita di Indonesia hampir tidak pernah mendengar akan produk ini?

ETF (Exchange-Traded-Fund)

ETF adalah produk investasi sejenis reksadana index yang diperjual-belikan di bursa pasar saham. Jadi ETF bisa dibeli seperti membeli saham perusahaan Astra, sehingga setiap orang bisa memulai berinvestasi dengan dana kecil dan berkala. Jika pemilik ETF membutuhkan uang tunai cepat, maka dia bisa menjual produk ETF tersebut dengan cepat, tanpa menghubungi institusi sekuritas yang mengeluarkan produk tersebut. ETF tidak mengenal istilah nilai aktiva bersih (NAV).

Sama halnya dengan reksadana index, nilai kurs ETF juga tergantung dan mengikuti nilai index pasar yang dipilih. Sayangnya di Indonesia banyak para konsultan finansial dan banker yang mencampur adukkan istilah ETF dengan reksadana saham. Penting untuk diingat: Produk-produk ETF mirip dengan reksadana index, tetapi tidak sama dengan produk reksadana aktiv. Jika kita mendengar atau membaca kata reksadana, maka cari tahu lebih dalam apakah reksadana tersebut aktiv atau pasif.

Kesimpulan

Produk investasi yang sesuai dengan prinsip investasi pasif adalah produk-produk finansial yang tidak memerlukan manager investasi. Produk finansial ini sering disebut sebagai index funds, yang mencakup produk ETF dan reksadana index. Untuk lebih bisa mengerti akan artikel ini, Anda bisa menyimak grafik rangkuman singkat dibawah ini.

Share:
comments powered by Disqus

Berlangganan
buletin