preloader

Pisahkan Produk Asuransi dan Investasi Anda!Blog

Beberapa tahun terakhir produk gabungan antara asuransi dan investasi sangat sering ditawarkan di Indonesia. Oleh karena itu, kali ini saya ingin mengajarkan bagaimana Anda menilai produk asuransi dengan investasi.

post-thumb

BY Yongkie / ON Jan 08, 2017

Beberapa tahun terakhir produk gabungan antara asuransi dan investasi sangat sering ditawarkan di Indonesia. Oleh karena itu, kali ini saya ingin mengajarkan bagaimana Anda menilai produk asuransi dengan investasi. Caranya yaitu dengan menghitung dan memperkirakan keuntungan dan kerugian produk asuransi gabungan ini. Mungkin banyak dari kita yang sering mendengar berbagai macam kelebihan produk-produk tersebut. Akan tetapi, benarkah produk-produk tersebut sangat menguntungkan untuk menginvestasikan uang kita? Seberapa besar resiko dari produk tersebut yang bisa diestimasi?

Analisa ini berdasarkan atas analisa produk arusansi, pengalaman dan kenyataan dari angka-angka yang saya perhitungkan dari brosur dan tagihan per bulan dari orangtua dan saudara-saudara saya yang telah bergabung di produk asuransi.

Produk-produk asuransi yang saat ini ditawarkan ke masyarakat di Indonesia secara individu, dapat digolongkan menjadi: 1. Asuransi kesehatan 2. Asuransi jiwa 3. Asuransi harta dan materi (mobil, rumah dan barang mewah lainnya) 4. Asuransi dengan investasi

Artikel ini hanya berfokus di point ke 4, yaitu produk asuransi dengan investasi. Produk asuransi ini biasanya adalah produk campuran, contohnya kombinasi antara asuransi jiwa (dan kesehatan) dan investasi. Setelah membaca artikel ini, saya harap kita bisa menilai apakah asuransi produk yang ditawarkan sesusai dengan tujuan kita berinvestasi.

Produk Asuransi dengan Investasi

Dua produk yang akan kita analisa di kategori ini adalah Maestro Link Plus dari AXA, dan PRUlink assurance account dari Prudential. Maestro Link Plus mencangkup perlindungan asuransi jiwa dan investasi yang dirancang untuk tabungan berkala. Berikut adalah kutipan dari website AXA: > Asuransi MaestroLink Plus adalah produk perlindungan asuransi jiwa sekaligus investasi yang dirancang untuk mewujudkan keinginan Anda dalam mempersiapkan biaya pendidikan bagi putra-putri Anda, biaya pensiun, dan warisan bagi keluarga Anda tercinta.

Menurut brosur dari AXA Indonesia, manfaat perlindungan dari produk ini adalah santunan kematian sampai dengan usia 100 tahun, dimana MaestroLink Plus akan memberikan 100% uang pertanggungan ditambah nilai investasi sesuai dengan jenis dana investasi pilihan. AXA juga menawarkan asuransi tambahan (istilah dari AXA: rider) seperti santunan rawat inap, penyakit kritis, santunan cacat, dll. Untuk produk investasinya AXA menawarkan beberapa jenis investasi, seperti MaestroLink Dynamic Rupiah, MaestroLink Equity Plus, MaestroLink Fixed Income, dsb.

PRUlink assurance account sendiri tidak jauh berbeda dengan Maestro Link Plus. Berikut adalah kutipan dari website Prudential: >PRUlink assurance account adalah produk asuransi jiwa terkait investasi dengan pembayaran premi secara berkala yang memberikan fleksibilitas dimana memungkinkan Anda untuk sewaktu-waktu mengubah jumlah pertanggungan, premi serta cara pembayaran yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Bahkan Anda juga bisa menambahkan produk asuransi tambahan seperti rawat inap, kecelakaan atau kondisi kritis.

Sama halnya dengan Maestro Link Plus, kita bisa memilih jenis investasi seperti managed fund, cash fund, equity fund, dsb. Jika kita membaca link informasi produk ini di link diatas, kita akan dibombardir oleh istilah-istilah asing yang tidak kita mengerti. Istilah-istilah asuransi yang harus kita pahami sebelum membaca kontrak atau brosur produk asuransi:

  • Premi: sejumlah uang yang harus dibayarkan kepada perusahaan asuransi secara berkala, contohnya kewajiban membayar Rp. 1 juta per bulan.
  • Top-up: Penambahan dana investasi di luar pembayaran premi dasar asuransi. Contohnya apabila Anda mempunyai uang sisa di akhir tahun, Anda mentransfer 2 juta rupiah.
  • Polis: perjanjian asuransi antara Anda sebagai customer dan perusahaan asuransi sebagai Penanggung.

Jadi, dalam salah satu produk diatas, intinya kita memiliki 2 jenis produk, yaitu produk asuransi jiwa dan produk investasi. Jika kita perdalam lagi maka kita bisa menambahkan produk asuransi jiwa dengan asuransi kesehatan seperti rawat inap, penyakit kritis, dan cacat. Sedangkan untuk produk investasi kita harus memilih 8 jenis produk yang berbeda-beda. Jenis investasi dengan beragam nama tersebut tidak lain adalah produk reksadana aktiv dengan melibatkan manager investasi. Reksadana aktiv ini bisa dikategorikan lagi apakah reksadana saham, reksadana campuran, reksadana obligasi, dll.

Analisa

Berikut ini analisa saya terhadap dua produk finansial, yakni Maestro Link Plus dengan jenis investasi maestrolink Dynamic Rupiah dan PRUlink assurance account dengan jenis investasi PRUlink Rupiah Managed Fund Plus.

Setelah membaca brosur Maestro Link Plus, ada beberapa pernyataan penting yang saya tandai sebagai seorang investor pasif. Berikut ini adalah gambar brosur setelah saya menandai hal-hal yang penting:

Pendapat saya mengenai brosur Maestro Link Plus saya jabarkan sebagai berikut: * Penawaran produk utama ini adalah asuransi jiwa + produk investasi reksadana! Asuransi kesehatan dan tanggungan lainnya bisa ditambahkan, yang juga berarti menambah beban jumlah premi yang dibayar setiap bulannya. * Santunan kematian sampai umur 100 tahun dengan pemberian 100% uang yang terkumpul. Santunan kematian ini kemungkinan besar bisa kita dapatkan, karena rata-rata orang Indonesia tidak akan hidup sampai 100 tahun. * Asumsi hasil investasi 17% per tahun yang dijabarkan tidak bisa dijadikan patokan dan jaminan untuk tahun berikutnya. Hal ini sangat bergantung pada pemilihan jenis investasi Anda dan waktu Anda memulai. Mari kita melihat grafik investasi maestrolink Dynamic Rupiah seperti yang dikutip dari Bloomberg. Screenshot Grafik ini menunjukan bahwa produk investasi ini tidaklah jauh berbeda dengan produk di pasar saham yang naik turun. Jadi, asumsi hasil investasi 17% setiap tahun dan pada tahun ke-10 dana yang tersimpan sejumlah Rp. 202,3 juta sangat naiv dan tidak bsa dijamin. * 5 macam biaya akan dikenakan pada uang yang Anda setorkan. Mari kita hitung total biaya yang akan dikenakan dalam 5 dan 10 tahun pertama dengan asumsi setoran premi Rp. 12 juta/tahun (tanpa tambahan asuransi kesehatan).

| Nama Biaya | Definisi dan Perhitungan | % / tahun (5 thn)| % / tahun (10 thn) | | ————- |:————-:| —– | —– | | Biaya awal atas premi | biaya yang dikenakan dari uang premi yang disetorkan dalam 5 tahun pertama. Jumlah rata-rata per tahun dalam 5 tahun pertama: (100% + 55% + 20% + 15% + 10%)/5 | 40%| 4%| | Biaya alokasi | biaya yang dikenakan di sisa uang yang telah dipotong dr biaya awal. Untuk periode 5 thn adalah 60% dari premi yang dibayar x 5% = 3%. Untuk 10 tahun adalah 96% x 5% = 4,8% | 3% | 4,8% | | Biaya asuransi | Ditentukan berdasarkan usia, jenis kelamin, Kelas Risiko, Uang Pertanggungan dan lain lain | bervariasi | bervariasi | | Biaya administrasi | Biaya sebesar Rp 35 ribu per bulan yang dibebankan selama asuransi berlaku: Rp 35.000 * 12 bulan /12 juta | 3,5%| 3,5%| | Biaya pengelolaan dana investasi (Dynamic Rupiah) | Biaya tahunan yang dikenakan oleh Penanggung dalam rangka pengelolaan Dana Investasi | 2,41%| 2,41%| | Total | | 48,91% | 14,71% |

Jadi dari uang Rp. 60 juta yang disetor dalam 5 tahun, rata-rata Rp. 29.346.000,- / tahun hilang dimakan biaya. Biaya ini bisa saya asumsikan sebagai premi asuransi. Apabila Anda bertahan 10 tahun dengan setoran uang sejumlah 120 juta rupiah, biaya rata-rata per tahun yang ditarik sebesar Rp. 17.652.000,-.

Setelah saya mempelajari brosur PRUlink assurance account, secara umum konsep dan model penawaran PRUlink dan MaestroLink sangatlah mirip. Produk investasi PRUlink Rupiah Managed Fund Plus juga sangat mirip dengan Maestrolink Dynamik Rupiah. Di bawah ini kita bisa melihat grafik Rupiah Managed Fund Plus:
PRUlinkManaged
Oleh karena itu saya tidak perlu menjabarkan poin-poin informasi penting dari brosur PRUlink. Sebagai investor pasif saya lebih menarik membandingkan biaya yang dikenakan, yaitu:

| Nama Biaya | Definisi dan Perhitungan | % / tahun (5 thn) | % / tahun (10 thn) | | ————- |:————-:| —– | —– | | Biaya awal atas premi | biaya yang dikenakan dari uang premi yang disetorkan dalam 5 tahun pertama. Jumlah rata-rata per tahun dalam 5 tahun pertama: (100% + 60% + 15% + 15% + 15%)/5 | 41%| 4,1%| | Biaya alokasi | Tidak ada | - | - | | Biaya asuransi | Ditentukan berdasarkan usia, jenis kelamin, kelas risiko, uang pertanggungan dan lain lain | bervariasi | bervariasi | | Biaya administrasi | Biaya sebesar Rp 27.500,- per bulan yang dibebankan selama asuransi berlaku: Rp 27.500 * 12 bulan /12 juta | 2,75%| 2,75%| | Biaya pengelolaan dana investasi (PRUlink Rupiah Managed Fund Plus) | Biaya tahunan yang dikenakan oleh penanggung dalam rangka pengelolaan dana investasi ( 1% - 2%)| 1,5%| 1,5%| | Total | | 45,25% | 8,35% |

Jadi dengan asumsi uang Rp. 60 juta yang disetor dalam 5 tahun, biaya rata-rata per tahun sebesar 45,25% atau Rp. 27.150.000,-/tahun. Untuk periode 10 tahun, biaya rata-rata sebesar 8,35% atau Rp. 10.020.000,-/tahun. Jangan lupa juga, di brosur PRUlink (poin ke-7 di bagian biaya polis) tertera apabila investasi dicairkan, maka ada kemungkinan Anda harus membayar pajak dari keuntungan yang didapat.

Kesimpulan

Dari analisa diatas, produk asuransi dengan investasi mempunyai biaya yang sangat tinggi, yaitu sekitar 8% (dalam masa 5 tahun) sampai 48% (dalam masa 10 tahun). Hal ini dikarenakan premi asuransi yang disetorkan juga dimasukan sebagai biaya (biaya atas premi). Sebagai perbandingan, saat ini total biaya reksadana di pasaran berkisar sekitar 2% sampai 6% per tahunnya. Menurut saya, produk kombinasi asuransi dengan investasi ini sangat cocok bagi mereka yang telah mempunyai bisnis yang stabil sehingga mereka mampu untuk membayar premi seumur hidup, atau minimal lebih dari 10 tahun.

Selain itu, kekurangan utama produk kombinasi ini adalah kesulitan untuk memantau hasil dana investasi yang murni didapat dari produk tersebut. Produk kombinasi ini malah membuat saya kehilangan transparansi akan hasil investasi saya. Sehingga sebagai investor pasif saya lebih memilih memisahkan produk investasi dan asuransi saya. Bagi saya sendiri, asuransi kesehatan adalah hal yang sangat penting untuk dimiliki setiap individu. Akan tetapi, asuransi jiwa adalah asuransi sekunder. Jika Anda sudah terlanjur membayar produk kombinasi ini lebih dari 3 bulan, saya sarankan untuk tidak membatalkan kontrak, dikarenakan uang yang telah Anda bayar tidak akan kembali.

Kesimpulan saya, pisahkan produk asuransi dan investasi Anda! Jika Anda membutuhkan asuransi jiwa, maka lebih baik Anda memilih polis asuransi jiwa saja, tanpa produk investasi di dalamnya.

Share:
comments powered by Disqus

Berlangganan
buletin