preloader

Tips Berinvestasi Pasif di BitcoinBlog

Kali ini saya ingin membagi pengalaman saya berinvestasi pasif dengan Bitcoin.

post-thumb

BY Yongkie / ON Dec 07, 2017

Tahun lalu saya menulis mengenai bagaimana berinvestasi pasif di index fund atau ETF. Kali ini saya ingin membagi pengalaman saya berinvestasi pasif dengan Bitcoin. Berawal dari situasi politik dan keadaan finansial global yang cenderung tidak sehat, saya mencoba masuk di dunia cryptocurrency di bulan Juli dengan membeli mata uang DASH dan Ethereum dalam jumlah yang relatif kecil. Mengapa saya tidak langsung membeli Bitcoin? Seperti halnya semua orang yang belum pernah membeli Bitcoin, saat itu saya merasa harga Bitcoin terlalu tinggi. Dengan melihat kurs di bulan Januari 2017 sekitar 970 USD menjadi 2500 USD di awal bulan Juli, saya berpikir bahwa Bitcoin sudah terlalu mahal dan mencari alternatif yang lebih murah.

Akan tetapi, setelah mempelajari konsep blockchain dan berdiskusi dengan beberapa orang yang berinvestasi di cryptocurrency juga dengan orang yang bekerja di perusahaan yang menawarkan Bitcoin, saya lebih merasa aman dan percaya akan nilai mata uang dan kinerja team inti Bitcoin. Saya telah masuk ke dalam jebakan pemikiran saya yang salah (cognitive bias), dimana saya berpikir bahwa saya bisa meramal dan menentukan apakah harga Bitcoin di saat itu termasuk mahal atau murah. Di bulan Agustus, saya menetapkan Bitcoin sebagai cryptocurrency utama untuk berinvestasi dan menjual coin-coin lainnya.Hal ini berdampak pada pembagian portfolio investasi saya. Dikarenakan resiko dan volatilitasnya yang masih sangat tinggi, saya memasukkan cryptocurrency sebesar 10%-15% dari portfolio investasi saya.

Alasan saya mengapa saya berani berinvestasi di Bitcoin adalah sebagai berikut:

  1. Bitcoin mungkin tidak mengalami inflasi (penurunan nilai mata uang). Mengapa?
    • Jumlah Bitcoin keseluruhannya terbatas yaitu sampai dengan 21 juta coin.
    • Tingginya inflasi yang terus berkelanjutan. Dimulai sejak bank sentral Amerika pada tahun 1971 terus mencetak uang tanpa batas untuk membayar hutang. Konsep ini sayangnya kemudian diterapkan diseluruh dunia. Lebih lengkapnya bisa dibaca di artikel Guncangan Nixon atau melihat penjelasan video ini.
  2. Saya tidak lagi tergantung dengan bank atau pihak ketiga untuk melakukan transaksi sehingga saya tidak harus membayar biaya transfer dan biaya bulanan yang tinggi.
  3. Mendukung transparansi mata uang open source. Disini saya bisa melihat kode-kode software Bitcoin, dibandingkan kebijaksanaan bank sentral yang tertutup.
  4. Uang saya tidak akan diawasi ataupun dikontrol pihak ketiga.
  5. Bitcoin bisa diakses dimanapun dan kapanpun.
  6. Potensi kenaikan nilai kurs (akan tetapi tidak ada jaminan)

Banyak orang tidak berani untuk membeli dikarenakan harganya yang terlalu tinggi dan takut akan jatuhnya harga. Saya pun juga berpikir sama . Akan tetapi konsep investasi pasif telah menolong saya untuk berani memulai berinvestasi meskipun harganya yang telah tinggi. Berikut adalah strategi pemikiran investasi pasif saya:

  1. Mencari tahu, mempelajari dan mengerti konsep dasar Bitcoin.
  2. Menaruh kepercayaan akan konsep baru ini dan siap menanggung resiko akan kehilangan uang sampai 100%. Pemikiran ini penting supaya saya tidak panik.
  3. Memulai dengan uang sisa tabungan berjumlah kecil.
  4. Mengetahui bahwa saya tidak bisa meramal dan mempengaruhi harga kurs di hari esok (no market timing).
  5. Tidak melakukan all in atau membeli dengan seluruh tabungan yang ada, melainkan membeli secara berkala dan jangka panjang (buy and hold).
  6. Tidak berhutang untuk membeli Bitcoin.
  7. Mengabaikan berita di media massa dan tidak melototi harga kurs setiap menit.
  8. Tahu diri dan refleksi diri untuk tidak serakah dan berpikir untuk cepat kaya.

Saya juga tidak ingin memuji-muji Bitcoin. Ada juga hal-hal negatif atau efek negatif yang bisa terjadi dengan Bitcoin dan kita perlu memikirkan solusinya: 1. Tidak mudah untuk mengerti Bitcoin bagi mereka yang tidak mengerti cryptography. 2. Bitcoin hanya terdapat di komputer dan internet. Saya bisa kehilangan Bitcoin dikarenakan lupa akan kunci sandi (private key), web portal penyimpanan di hack orang lain atau kerusakan dompet komputer saya. Jika tidak ada koneksi internet maka saya tidak bisa melakukan transaksi. 3. Sangat fluktuatif dan banyak spekulasi bermodal tinggi yang bisa memainkan harga kurs. 4. Pemerintah akan kehilangan sebagian pendapatan dari pajak dikarenakan faktor anonimitas.

Mungkin Anda berpendapat, apa hubungannya berkurangnya pendapatan pemerintah dari pajak dengan kita?

Disinilah tantangan utama kita, dimana kita perlahan perlu mengubah sistem perpajakan dan mindset mengenai pajak apabila banyak orang berinvestasi di cryptocurrency. Apabila tidak ada lagi orang yang mau membayar pajak, lantas bagaimana pemerintah bisa membangun infrastruktur negara? Contoh ide konsep perpajakan baru adalah dengan menerapkan pembayaran pajak secara sukarela, dimana rakyat benar-benar sadar akan manfaat membayar pajak dan tidak lagi berpikiran bahwa uang pajak akan dikorupsi pemerintah. Di sisi lain, pemerintah juga tidak akan seenaknya melakukan korupsi terhadap uang pajak dari rakyat lagi.

Share:
comments powered by Disqus

Berlangganan
buletin