preloader

Analisa Keuangan Pribadi 2017Blog

Di liburan akhir tahun ini saya telah merevisi pembukuan saya di Google Spreadsheet dan menganalisa keuangan pribadi saya di tahun 2017.

post-thumb

BY Yongkie / ON Dec 31, 2017

Di liburan akhir tahun ini saya telah merevisi pembukuan saya di Google Spreadsheet dan menganalisa keuangan pribadi saya di tahun 2017. Pencatatan keuangan pribadi ini telah saya lakukan sejak pertengahan tahun 2016, seperti di artikel tahun lalu ini. Data dari hasil pencatatan keuangan ini bisa saya analisa, kemudian juga bisa saya visualisasikan sebagai diagram.

Dari pencatatan saya, tingkat menabung saya di tahun 2017 sebesar 39,35% dan tingkat pengeluaran sebesar 60,65% dari total pendapatan bersih (telah dipotong pajak). Saya telah menampilkan diagram untuk mengerti lebih dalam bagaimana saya mengeluarkan uang 60,65% ini. Di bawah ini adalah visualisasi dari pembagian total pengeluaran saya di tahun 2017 ini.

Diagram Pengeluaran{.center}

Angka persentasi diatas merupakan pembagian antara jumlah pengeluaran per kategori dengan total pengeluaran. Jika saya urutkan dari terbesar, maka pengeluaran untuk tempat tinggal menduduki ranking teratas dengan mengambil bagian 19,2%. Pengeluaran ini meliputi biaya sewa apartement, perabotan dan alat-alat rumah tangga. Selanjunya, pengeluaran terbesar kedua adalah pengeluaran untuk liburan 15,4% yang meliputi tiket pesawat, penginapan, restaurant, aktivitas outdoor dan souvenirs. Angka ini cukup tinggi mengingat biaya liburan ini tidak hanya biaya liburan pribadi saya, melainkan juga mencangkup biaya tanggungan bila berpergian bersama keluarga atau teman.

Peringkat ketiga adalah pengeluaran untuk keluarga saya sebesar 15,3% dari total pengeluaran. Pengeluaran ini meliputi tanggungan untuk biaya kehidupan orang tua saya. Posisi keempat adalah pengeluaran investasi non-liquid sebesar 14,9% yang meliputi biaya kursus online, beli buku investasi dan pengembangan diri.

Saya merangkum pengeluaran ini sebagai tabel dan menambahkan persentasi perbandingan terhadap pendapatan saya:

Kategori Pengeluaran % dari total pengeluaran % dari pendapatan bersih
Tempat tinggal 19,18% 11,63%
Liburan 15,37% 9,32%
Keluarga 15,33% 9,30%
Investasi Non-liquid 14,92% 9,05%
Kesehatan/Olahraga 13,54% 8,21%
Makan dan Minum di luar 5,78% 3,51%
Belanja kebutuhan sehari-hari 4,97% 3,01%
Hadiah/Sumbangan 3,31% 2,01%
Pengeluaran tak terduga 3,17% 1,92%
Transportasi 1,89% 1,14%
Pakaian 1,67% 0,94%
Hiburan/Nonton/Barang elektronik 0,84% 0,51%
Asuransi 0,15% 0,09%

Saya tidak menyangka bahwa “Pengeluaran tak terduga” bisa menduduki posisi lebih tinggi daripada transportasi dan biaya untuk hiburan. Setelah saya mencari semua pengeluaran di data tabel saya, saya menemukan bahwa memang di bulan Juli lalu saya mengalami hal yang tak terduga sehingga saya harus mengeluarkan uang cukup besar.

Untuk pengeluaran liburan yang cukup tinggi ini, saya bisa menyabarkan menjadi beberapa sub-kategori seperti diagram dibawah ini:

Liburan{.center}

Yang menarik dari diagram diatas adalah biaya transportasi dalam perjalanan liburan saya memakan biaya hampir 50% dari total biaya yang dikeluarkan untuk liburan. Kemudian, biaya penginapan mencakup 25% dari pengeluaran jalan-jalan saya. Diagram diatas mengkonfirmasikan saya bahwa memang untuk berlibur biaya transportasi dan akomodasi adalah biaya terbesar dalam rekreasi.

Kesimpulan

Berdasarkan analisa diatas, saya bisa mengambil beberapa point yang penting untuk diri saya sendiri, yaitu:

  • saya berhasil menekan biaya transportasi, dimana saya menggunakan sepeda sebagai alat transportasi utama saya sehari-hari.
  • menekan biaya hiburan dan pengeluaran barang-barang elektronik
  • adanya biaya tak terduga yang cukup tinggi

Secara garis besar urutan kategori peringkat diatas cukup serasi dengan prioritas hidup saya, dimana saya ingin mengeluarkan uang secara bijaksana sesuai dengan prioritas hidup saya saat ini. Kesehatan, keluarga dan investasi untuk diri saya adalah prioritas penting saat ini. Sebagai contoh, saya lebih rela mengeluarkan uang untuk berlibur mengunjungi negara baru, daripada menghabiskan uang untuk membeli pakaian mahal atau barang-barang elektronik. Untuk target tahun depan saya berencana:

  • menekan biaya liburan dengan mengurangi intensitas liburan berpergian jauh,
  • dan mengurangi pengeluaran makan di luar dengan lebih sering masak dirumah,
  • meningkatkan tingkat menabung menjadi diatas 50%.

Jadi bagaimana dengan pengeluaranmu di tahun 2017? Apakah prioritas hidupmu di tahun 2017 serasi dengan kategori pengeluaranmu? Kamu bisa menulis komentar di bawah.

Selamat Tahun Baru 2018!

Share:
comments powered by Disqus

Berlangganan
buletin